Filsafat tanpa bahasa akan mati, begitu pun sebaliknya. Keduanya, berjalin-kelindan seperti api dengan panasnya, tak dapat dipisahkan. Sedemikian eratnya hubungan filsafat dengan bahasa. Keduanya membentuk satu makna yang utuh, yang muncul dalam satu tarikan nafas. Sestem filsafat dapat dipandang sebagai suatu bahasa, bahkan perenungan kefilsafatan itu sendiri adalah sebagai upaya penyusunan…